Tidore- Rabu 29 November 2025. Rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara DPRD kota Tidore Kepulauan, Dinas pendidikan kota Tidore Kepulauan, Dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Tidore Kepulauan dengan Forum Peduli Bahasa Tidore di kantor DPRD kota Tidore Kepulauan dalam upaya pencegahan pencablokan bahasa Tidore dialeg Ternate

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, digunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi, bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi utama manusia yang memungkinkan penyampaian pikiran, ide, dan perasaan.
Dan Negara Indonesia memiliki 718 bahasa daerah yang menjadi potret kebinekaan bangsa. Salah satunya adalah bahasa Tidore yang di caplok sebagai bahasa Tidore dialeg Ternate.
Pencablokan bahasa Tidore dialeg Ternate yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara merupakan suatu upaya menghilangkan bahasa Tidore dan bentuk penghinaan terhadap masyarakat Tidore. Menimbulkan gelombang protes dari Masyarakat Kota Tidore Kepulauan untuk menuntut agar pihak balai Bahasa Provinsi meminta maaf dan melakukan penelitian kembali bahasa Tidore.

Didalam rapat dengar pendapat tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Tidore sekaligus Ketua DPD partai Demokrat Kota Tidore Kepulauan H. Ridwan Moh Yamin menyampaikan bahwa
Sesungguhnya persoalan ini adalah dancaman serius bagi Tidore sehingga dibutuhkan kerja sama semua pihak dalam upaya penyelamatan bahasa Tidore dari pencablokan sebagai dialeg dari bahasa Ternate
“Persoalan ini merupakan ancaman serius bagi Tidore, maka dibutukan kerja sama dari semua pihak untuk menyelesaikan bahasa Tidore dari dari yang cablok sebagai dialeg dari bahasa Ternate,” tutur Riswan Moh Yamin.
Lanjutnya. “Faktor penting dalam upaya ini adalah kehadirannya dukungan dari pemerintah Kota Tidore Kepulauan agar tetap terjaganya budaya Tidore,” Tutur Ridwan Moh Yamin
Ridwan Moh Yamin juga meminta kepada dinas pendidikan kota Tidore Kepulauan dan Dinas Kebudayaan dan pariwisata kota Tidore Kepulauan agar membuat riset terkait dengan bahasa Tidore agar bisa di daftarkan ke Mendikbud di jakarta.

Selain itu dari pihak Forum Peduli Bahasa Kota Tidore Kepulauan Mansyur Jamal yang biasa di sapa Ongk meminta agar Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan dan pariwisata agar membuat riset terkait dengan bahasa Tidore sebagai data pembanding dan melakukan Revitalisasi Bahasa Daerah Tidore dan dimasukan dalam muatan lokal di seluruh jenjang pendidikan yang ada di Kota Tidore Kepulauan
“Kami meminta Dinas Pendidikan dan Dinas pariwisata agar membuat riset bahagia Tidore dan menyiapkan data pembanding dan melakukan Revitalisasi Bahasa Daerah Tidore dan masukan dalam muatan lokal seluruh jenjang pendidikan yang ada di kota Tidore Kepulauan,” tutur Ongk












