Berita  

Kadis PUPR Tidore Salahkan Gelombang, LIRA Curigai Breakwater Tuguiha Dikerjakan Diluar RAB

Tidore- Kamis 2 Oktober 2025. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tidore Kepulauan, Abdul Muis Husain, mengklaim bahwa kerusakan breakwater di Kelurahan Tuguiha, Kecamatan Tidore Selatan, disebabkan gelombang laut tidak bisa diperkirakan.

“Ombak tidak bisa diprediksi,” Singkatnya saat ditemui, Kamis, (2/10/25).

Menanggapi itu, Koordinator Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Maluku Utara, Said Alkatiri, meragukan perencanaan breakwater di bikin PUPR Tidore.

Ia curiga pemecah ombak dibentangkan di kelurahan Tuguiha kemungkinan rancangannya tidak mempertimbangkan data historis gelombang, seperti pola angin, pasang surut, dan kondisi lingkungan lainnya.

“Menurut saya itu wajib dihitung untuk memperoleh kelayakan struktur breakwater,” Ujarnya, Kamis, (2/10/25).

Lanjutnya, kalaupun bukan perencanaan, boleh jadi proses konstruksinya tidak mengikuti desain telah direncanakan, akhirnya menyebakan penempatan batu tidak tepat.

“penempatan batu tidak tepat, maka stabilitas breakwater akan berkurang. Kekuatan interlock antar batu yang rendah dapat menyebabkan batu-batu tersebut mudah terguling dan hilang,” Imbuhnya.

Sebelumnya dikabarkan Proyek pemecah ombak (breakwater) di Kelurahan Tuguiha, Kota Tidore Kepulauan, pernah dipertanyakan kualitasnya.

Tepatnya setelah bangunan dikerjakan pada tahun 2022 dengan anggaran Rp712,4 juta melalui penyedia CV. Widya Karya Pertiwi, kini kondisinya berantakan dan dinilai tidak sesuai spesifikasi.

Ironisnya, alih-alih memerintahkan kontraktor lama memperbaiki kerusakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tidore justru kembali menggelontorkan anggaran fantastis Rp1,84 miliar pada tahun 2025.

Kini diketahui, Proyek lanjutan tengah dikerjakan oleh CV. Arcitama Karya Beton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *