Ratusan mahasiswa Universitas Nuku Kota Tidore Kepulauan berunjuk rasa terkait dugaan kekerasan seksual anak dibawah umur yang terjadi di kecamatan Tidore Timur, Senin (24/11/2025).
Massa yang tergabung dalam Aliansi Barisan Rakyat Tidore Bergerak (Baratib) ini awalnya melakukan orasi sambil membawa sejumlah spanduk berisi protes di depan kantor P2KBP3A dan dilanjutkan ke Polresta Tidore.
Masa aksi menuntut agar segera mencopot Kapala Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan karena tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai Kepala Dinas yang harus memberikan pendampingan terhadap korban pelecehan kekerasan seksual anak dibawah umur
Massa aksi juga memberikan penjelasan terkait rekomendasi maupun sanksi yang diberikan kepada terduga pelaku kekerasan seksual.
Aliansi Barisan Rakyat Tidore Bergerak (Baratib) juga meminta kepada pihak kepolisian Polresta Tidore agar segera melakukan penahanan terhadap pelaku tindakan kekerasan pelecehan seksual anak dibawah umur
Aliansi Barisan Rakyat Tidore Bergerak (Baratib), dalam aksi ini masa juga meminta komitmen kepada pihak Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan untuk melakukan tugas pendampingan terhadap korban tindak kekerasan seksual anak dibawah umur yang terjadi di kecamatan Tidore Timur dan mengklarifikasi terkait berita media masa yang menyudutkan korban.
Sedangkan disisi lain, Kepala Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan bapak M. Hasybi KF. Marsaooly, S.Sos menyampaikan bahwa komitmennya dan semua staff dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan untuk terus memberikan pendampingan terhadap korban dan terus mengawal kasus tindak kekerasan pelecehan seksual terhadap anak umur ini sampai tuntas.
“Saya menyampaikan ketegasan dan komitmen saya dan semua staf dari Dinas P2KBP3A terus memberikan pendampingan terhadap korban dan terus mengawal kasus tindak kekerasan seksual anak dibawah umur ini sampai tuntas di ranah hukum,” Tutur kadis P2KBP3A
Lanjut kadis P2KBP3A “Kami dari Dinas P2KBP3A melaporkan kasus tindak kekerasan seksual anak dibawah umur tersebut kepihak kepolisian pada tanggal 7 November 2025 kemarin,” tutup kadis P2KBP3A
Sedangkan Polresta yang di wakili oleh Kasat Reskrim Polresta Tidore saat temui masa aksi menyampaikan bahwa kasus tindak kekerasan seksual anak dibawah umur yang terjadi di kecamatan Tidore Timur sudah sampai pada tahap penyidikan.
“Kasus tindak kekerasan seksual anak dibawah umur yang terjadi di kecamatan Tidore Timur sudah sampai di tahap penyidikan,” tutur kasat Reskrim
Lanjut kasat Reskrim ” soal penahanan tersangka itu kami dari pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari ahli psikologis, semantara ahli masih berada diluar daerah sehingga kita masih menunggu ahli,” Tutup kasat Reskrim












